Apa Itu Teks Eksplanasi? Pahami Ciri, Struktur, dan Baca Contohnya di Sini

- 6 Desember 2022, 12:11 WIB
Beragam Contoh Teks Editorial Terbaru 2022, Pahami Struktur dan Penjelasannya
Beragam Contoh Teks Editorial Terbaru 2022, Pahami Struktur dan Penjelasannya /Pixabay/

SUDUTBATAM.COM - Pernahkah anda membaca artikel tentang kejadian bencana alam?

Tulisan yang menjelaskan proses terjadinya bencana alam ini termasuk dalam teks eksplanasi.

Lantas apakah yang dimaksud dengan teks eksplanasi? Seperti dikutip dari KBBI daring, teks eksplanasi memiliki arti teks yang menerangkan terjadinya proses atau fenomena, dirangkai secara berurutan dalam hubungan sebab akibat, berisi informasi yang berdasarkan fakta, biasanya digunakan untuk menjelaskan fenomena alam, sosial, atau budaya.

Baca Juga: Jadwal Kapal PELNI KM Tatamailau Semua Rute, Syarat Terbaru dan Harga Tiket Desember 2022

Dari pengertian di atas, bisa dilihat ciri-ciri teks eksplanasi antara lain:
- Bersifat informative dan fokus pada hal umum
- Informasi yang dimuat berdasarkan fakta
- Hal yang dibahas adalah suatu fenomena, bersifat keilmuan
- Rangkaian teks berurutan dalam hubunga sebab akibat
Setelah mengetahui ciri-ciri teks eksplanasi, selanjutnya perlu juga dipahami strukturnya.

Adapun struktur teks eksplanasi adalah:
1. Identifikasi fenomena
Sebuah teks eksplanasi menjelaskan tentang gambaran umum fenomena yang akan dibahas di bagian identifikasi ini. Pada bagian ini bisa diangkat tentang proses bagaimana fenomena alam tersebut bisa terjadi.

2. Rangkaian kejadian
Setelah mengetahui secara umum tentang fenomena yang akan dibahas, selanjutnya dijelaskan tentang sebab dan akibat yang ditimbulkan oleh fenomena tersebut. Deskripsi tentang proses fenomena tersebut terjadi bisa dituliskan dalam beberapa paragraf di deretan penjelas ini.

3. Interpretasi
Interpretasi dalam teks eksplanasi dapat dikatakan sebagai ulasan atau penarikan kesimpulan. Pada bagian ini bisa diisi dengan tanggapan atau pernyataan terkait fenomena yang diangkat dalam teks tersebut.

Dalam menyusun teks eksplanasi, ada kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan. Beberapa hal di antaranya yaitu menggunakan kalimat pasif, menggunakan konjungsi kasual dan waktu, terdapat istilah ilmiah, menggunakan kata kerja material dan rasional, serta bersifat informatif.

Untuk lebih memahami teks eksplanasi, berikut ini diberikan satu contohnya.
Banjir

Kata banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita.

Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir terjadi karena sebab alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang.

Baca Juga: Viral Pria di Bangladesh Makan Nasi dan Garam Selama 19 Tahun Jadi Kaya Rp2,8 Miliar

Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.

Penyebab Alami Banjir
Banjir terjadi sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang.

Hujan yang jatuh ke tanah, airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil.

Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar.

Penyebab Banjir karena Faktor Sosial
Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir.

Apabila hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman.

Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan, dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.

Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai.

Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.
Demikian contoh tulisan yang termasuk dalam teks eksplanasi. Setelah memahami ciri dan struktur serta melihat contoh, apakah anda bisa membuat satu contoh teks eksplanasi dengan tema berbeda?***

Editor: Niken Nurfujitania


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x