Contoh Analisis Unsur Kebahasaan Novel Sejarah Kemelut di Majapahit Halaman 63, Pelajaran Bahasa Indonesia

- 7 September 2023, 10:05 WIB
Analisis Unsur Kebahasaan Novel Sejarah Kemelut di Majapahit Bahasa Indonesia Kelas 12
Analisis Unsur Kebahasaan Novel Sejarah Kemelut di Majapahit Bahasa Indonesia Kelas 12 /Pexels/RF Studio

SUDUTBATAM.COM - Berikut ini adalah pembahasan tentang mata pelajaran bahasa Indonesia kelas 12 pada halaman 63.

Artikel ini akan membahas tentang analisis unsur kebahasaan dalam novel sejarah Kemelut di Majapahit halaman 63.

Pembahasan buku paket bahasa Indonesia kelas 12 halaman 63 ini akan disertai dengan kunci jawaban yang dapat membantu para siswa belajar.

Bersumber dari buku Kemdikbud, berikut analisis unsur kebahasaan pada novel sejarah Kemelut di Majapahit.



Unsur Kebahasaan Novel Sejarah Kemelut di Majapahit

1. Kalimat Bermakna lampau

Kutipan teks:
- Dan hubungan antara junjungan ini dengan para pembantunya, sejak perjuangan pertama sampai  Raden Wijaya menjadi Raja, amatlah erat dan baik.
- Sebelum putri dari tanah Melayu ini menjadi istrinya yang kelima, Sang Prabu Kertarajasa Jayawardhana telah mengawini semua putri mendiang Raja Kertanegara.
- Akan tetapi, datanglah pasukan yang beberapa tahun lalu diutus oleh mendiang Sang Prabu kertanegara ke negeri Melayu.
- Tentu saja Ronggo Lawe, sebagai seorang yang amat setia sejak zaman Prabu Kertanegara, berpihak kepada Dyah Gayatri.

2. Konjungsi menyatakan urutan waktu

Kutipan teks:
- Dan hubungan antara junjungan ini dengan para pembantunya, sejak perjuangan pertama sampai  Raden Wijaya menjadi Raja, amatlah erat dan baik.
- Kemudian terdengar bunyi berkeroyok dan ujung meja diremasnya menjadi hancur.
- Tak lama kemudian, hanya suara derap kaki Megalamat yang berlari congkalah yang memecah kesunyian gedung kadipaten itu, mengiris perasaan-
- Pada waktu itu, Sang Prabu sedang dihadap oleh para senopati dan punggawa.

3. Penggunaan kata kerja material


Kutipan teks:
- Kalau sang prabu sendiri kurang menyadari akan persaingan ini, pengaruh persaingan itu teras benar oleh para senopati dan terjadi perpecahan diam-diam....
- Akan tetapi, Adipati Ronggo Lawe bangkit berdiri, membiarkan kedua tangannya dicuci oleh istrinya yang berusaha menghiburnya.

4. Kalimat tidak langsung


Kutipan teks:
- Tirtowati juga memperingatkan karena melempar nasi ke atas lantai seperti itu penghinaan terhadap Dewi Sri dan dapat menjadi kualat.

5. Kata kerja mental

Kutipan teks:
-Sang Prabu sangat mencintai istri termuda ini yang telah diperistri oleh Sang Baginda, lalu diberi nama Sri Indraswari
- Akan tetapi, Adipati Ronggo Lawe bangkit berdiri, membiarkan kedua tangannya dicuci oleh kedua orang istrinya yang berusaha menghiburnya.
- Sang Prabu sendiri juga memandang dengan alis berkerut tanda tidak berkenan di hatinya.

6. Penggunaan dialog

Kutipan teks:
- "Kangmas Adipati...harap paduka tentang...."
- Ingatlah, Kangmas adipati.....sungguh merupakan hal yang kurang baik mengembalikan berkah ibu pertiwi secara itu..."
- "Aku harus pergi sekarang juga!"

Itulah analisis unsur kebahasaan dalam novel sejarah Kemelut di Majapahit yang dapat membantu para siswa untuk belajar.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk membantu siswa dalam belajar dan bersifat terbuka, sehingga siswa bisa mengeksplorasi jawaban yang lebih baik.***

Editor: Niken Nurfujitania


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah