Kumpulan Teks Anekdot Lucu dan Menyindir Tentang Korupsi dan Politik di Indonesia

- 25 Oktober 2022, 11:19 WIB
Kumpulan Teks Anekdot Lucu dan Menyindir Tentang Korupsi dan Politik di Indonesia
Kumpulan Teks Anekdot Lucu dan Menyindir Tentang Korupsi dan Politik di Indonesia /Pexels/ Cottonbro

SUDUTBATAM.COM – Berikut ini kumpulan teks anekdot lucu dan menyindir tentang korupsi dan politik di Indonesia.

Teks anekdot adalah teks yang berisikan cerita singkat namun menarik dan dapat mengundang tawa dan sangat mengesankan untuk dibaca.

Teks anekdot ini biasanya mengambil tentang kehidupan sehari-hari sebagai ceritanya, cerita tentang tokoh-tokoh terkenal atau orang penting.

Itu sebabnya dalam teks anekdot terdapat tokoh-tokoh terkenal seperti president atau artis dan aktor di dalam ceritanya.

Baca Juga: Contoh Teks Editorial Tentang BPJS Kesehatan, Singkat dan Terbaru

Teks ini bersumber dari kejadian nyata dan tujuannya adalah untuk mengkritik suatu pemerintahan dengan cara yang kreatif.

Walaupun lucu teks anekdot membawakan pesan moral dan pengetahuan ke pembaca yang jarang diketahui serta menambah ilmu.

Berikut di bawah ini kumpulan teks anekdot lucu dan menyindir tentang korupsi dan politik di Indonesia.

Teks 1

Semboyan Kartini dan Perjuangan Korupsi

Tepat pada tanggal 21 April yang ditandai dengan hari kartini, sekumpulan ibu-ibu membicarakan tentang perjuangan Kartini dan perjuangan masa kini. Raden Ajeng Kartini adalah salah satu pahlawan dalam hal emansipasi wanita yang memiliki semboyan dalam bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Ibu Dewi mengatakan bahwa semboyan Kartini tersebut masih diperjuangkan hingga sekarang. Ibu-ibu lain pada bingung dan berpikir.

Bu Wiwik: “Bu Dewi, sekarang kan wanita memiliki kesetaraan hak. Jadi saya rasa semboyan itu cocok saat Kartini masih hidup saja bu”.

Bu Dewi: “Jangan salah pikir bu, semboyan Kartini masih digunakan hingga zaman modern saat ini lho”.

Bu Danik: “Lho apa contohnya bu?”.

Bu Dewi: “Begini ibu-ibu. Mari kita bandingkan korupsi pada masa orde baru, dimana korupsi yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau dalam istilah keadaan gelap. Lalu bandingkan dengan cara korupsi zaman sekarang, korupsi dilakukan dimana-mana dan secara terang-terangan dan tak punya malu. Sama persisi seperti semboyan ibu kita Kartini Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Bu Wiwik: “Oh jadi, jika masa lalu Kartini berjuang untuk wanita. Masa sekarang perjuangan untuk terang-terangan korupsi ya bu”.

Baca Juga: Bharada Richard Eliezer Temui Orang Tua Brigadir J Sebelum Jalani Sidang Lanjutan di PN Jakarta Selatan

Teks 2

Cerita Perampok Bertemu Koruptor

Pada suatu malam yang gelap dengan awan mendung disertai petir menggelegar. Sebuah mobil mewah melintasi jalanan setapak yang sepi serta jauh dari pemukiman warga.

Nampaknya mobil tersebut menuju proyek pembangunan pabrik di tengah desa. Mobil yang awalnya melaju kencang, tiba-tiba ngerem secara dadakan. Tiga orang perampok yang menggunakan penutup wajah, menantang orang-orang di dalam mobil dengan menodongkan pistol.

Perampok 1: “Keluar dan serahkan semua harta benda yang kalian miliki”.

Pejabat: “Berani-beraninya kalian hendak merampok kami”.

Perampok 2: “Jangan banyak bicara. Cepat serahkan semua harta kalian atau nyawa kalian akan menjadi taruhannya”.

Pejabat: “Jangan main-main, saya ini anggota dewan. Itu teman saya dirjen pajak dan kedua orang di jok mobil belakang adalah asisten menteri”.

Perampok 3: “Jadi rupanya kalian adalah perampok yang sesungguhnya”.

Perampok 2: “Kalau begitu kembalikan uang kami yang telah kalian rampok”

Kemudian ketiga perampok tersebut berhasil mengambil kembali uang-uang mereka dengan membawa pergi mobil mewah tersebut beserta harta benda yang ada di dalamnya.


Teks 3

Mimpi untuk Kesejahteraan

Pagi itu pada halaman utama sebuah surat kabar nasional, terdapat sebuah berita disertai foto tentang perilaku pejabat negara yang tertidur saat sidang berlangsung.

Bukan masalah pertama, jauh sebelumnya banyak sekali kasus yang ditayangkan di televisi tentang hal ini. Ayah yang merupakan seorang wiraswasta dengan memiliki penghasilan secara mandiri pun menjadi geram dengan kabar tersebut.

Baca Juga: Bharada Richard Eliezer Temui Orang Tua Brigadir J Sebelum Jalani Sidang Lanjutan di PN Jakarta Selatan

Ayah: “Beginikah tingkah wakil rakyat tertidur pulas saat sidang berlangsung?”.

Dedo: “Meskipun tidur dalam mimpinya tetap memikirkan kesejahteraan rakyat loh Yah”.

Ayah: “Mana mungkin mereka masih ingat rakyat? Kamu ini ngaco”.

Dedo: “Ishhhh ayah, kok gak percaya. Pejabat itu ada kalanya saat tidur dan saat semangat dalam sidang Yah”.

Ayah: “Lho memang begitu? Lalu kapan pejabat bisa semangat dalam sidang”.

Dedo: “Nanti Yah, sidang di belakang layar yang bahasannya menarik”.

Ayah: “Jadi menurut mereka ini bahasan yang kurang menarik?”.

Dedo: “Tentunya Yah. Nanti ketika bahasannya tentang proyek, gaji pejabat, dan jabatan serta semua hal yang mensejahterakan dirinya sendiri pasti mereka semangat dan tidak akan ngantuk bahkan tertidur saat sidang berlangsung”.


Teks 4

Koruptor Produk Asli Indonesia

Beberapa pemuda mengadakan diskusi mengenai perkembangan zaman dan dampak yang diciptakan. Mereka setuju bahwa perkembangan ilmu dan teknologi melalui globalisasi membawa Indonesia ke persaingan bisnis luar negeri.

Orang-orang asing bersaing menanamkan sahamnya di Indonesia. Produk-produk untuk kebutuhan sehari-hari telah dikuasai dan dimiliki oleh perusahan orang asing. Mulai dari makanan, pakaian, kendaraan, benda elektronik, rumah sakit, bahkan hingga perbankan.

Qinta: “Jika semua produk yang kita gunakan setiap harinya berasal dari perusahaan milik orang asing berarti kita memperkaya orang asing dong”.

Roni: “Ya memang begitulah praktik kapitalisme di negara kita. Contohnya apa yang kalian minum merek Aqua milik perusahaan Danone Perancis, sabun LUX serta Pepsodent milik Unilever Inggris, mobil asalnya dari Jepang, Cina, India, Eropa. Berbelanja pun ke perusahaan milik asing seperti Carefour mili Perancis, Giant milik Malaysia, Alfamart pun 75% saham milik Carefour. Hingga urusan kuangan, ambil uang di BCA, Danamon, BII, Bank Niaga, juga milik asing”.

Yasmine: “Jika semua milik asing, lalu apa milik Indonesia?”

Edi: “Satu yang asli milik Indonesia. Cuma koruptor negeri ini yang asli punya orang Indonesia”.


Teks 5

Kursi Lupa Ingatan

Sambil menunggu guru masuk kelas, beberapa anak bercanda di salah satu sudut kelas.

Andre: "Guys, main tebak-tebakan yuk! Kursi, kursi apa yang bisa buat orang lupa ingatan?"

Umar: "Kursi malas"

Hans: "Kursi mainan di Dufan"

Ilham: "Kursi pengemudi, kalau kecelakaan"

Andre: "Haha, lucu sih, tapi masih salah!"

Yudi: "Kursi goyang. Kan bikin orang jadi mengantuk dan tertidur sehingga orang jadi lupa"

Andre: "Hm, masih salah!"

Umar: "Trus kursi apa dong?"

Andre: "Nyerah nih?"

Ilham: "Nyerah deh"

Andre: (sambil tertawa) “Jawabannya, kursi anggota dewan! Hahaha.."

Yudi: "Kenapa?"

Andre: "Jelas lah! Lihat aja, sebelum duduk di kursi dewan, banyak caleg berjanji macam-macam supaya masyarakat memilih mereka. Eh, setelah duduk di kursi dewan, mereka langsung lupa janji-janjinya tersebut."

Semua pun tertawa sampai tidak sadar guru mereka sudah ada di depan meja.

Itulah kumpulan teks anekdot lucu dan menyindir tentang korupsi dan politik di Indonesia.***

Editor: Niken Nurfujitania


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x